Content 2 Here.
Content 3 Here.

Peristiwa Penting di Muharram

Peristiwa Penting di Muharram
Oleh Shodiqiel Hafily
15 Muharram 1430 H

Atas usul sahabat Ali bin Abi Thalib, Khalifah Umar Al-Khattab menetapkan 1 Muharram sebagai hari pertama bagi setiap tahun baru Islam (Kalendar Hijriah). Penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun agaknya bukan sebuah kebetulan. Muharram dipilih disamping Qur’an menyebutnya sebagai bulan haram (mulia dan larangan perang), jugaterkait erat dengan sejumlah perstiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya, terutama pada tanggal 10 Muharram yang dinamakan juga hari Asyura.

Sejumlah peristiwa penting di hari Asyura al:
Pembantaian cucu Rasulullah saw, Al-Husain bin Ali, di padang Karbala oleh balatentara Yazid bin Muawiyah. Kepala beliau dipenggal dan diarak hingga Damaskus. Keluarga beliau termasuk anak2 dibantai dan dibunuh, terkecuali wanitanya yang kemudian dijadikan tawanan perang.

- Nabi Adam diterima taubatnya oleh Allah.
- Nabi Idris diangkat oleh Allah ke langit.
- Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan.
- Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari kekejaman Raja Namrud.
- Allah menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa.
- Nabi Yusuf dibebaskan dari penjara.
- Penglihatan Nabi Ya’qub dipulihkkan oleh Allah.
- Nabi Ayub disembuhkan Allah dari penyakitnya.
- Nabi Yunus selamat keluar dari perut ikan Nun setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
- Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan pengikutnya dari tentera Firaun.
- Kesalahan [?] Nabi Daud diampuni Allah.
- Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan yang besar.
- Hari pertama Allah menciptakan alam.
- Hari Pertama Allah menurunkan rahmat.
- Hari pertama Allah menurunkan hujan.
- Allah menjadikan ‘Arasy.
- Allah menjadikan Luh Mahfudh.
- Allah menjadikan Malaikat Jibril.
- Nabi Isa diangkat ke langit

Itulah sejumlah peristiwa penting yang terekam di di bulan Muharram. Peristiwa demi peristiwa di atas, insya’ Allah, saya sajikan satu persatu berdasarkan kitab Bada’I Zuhur dan sejumlah kitab klasik lainnya.[]


Salam Persahabatan
ParaDIsE.group

ParaDIsE.group

Read More..

Karomat - Kemuliaan

KAROMAT-KEMULIAAN
23 Januari 2004
في بلاياه عطاياه وفي محنه مننه

Tuhan tidak butuh sebab, sebab Dialah pencipta asbab. Untuk mengangkat derajat seseorang, sebab-sebabnya sangat samar, tak diduga dan disangka-sangka. Begitulah pekerjaan Tuhan, misterius. Karenanya, tidak patut bila seseorang kumandel terhadap nilai-nilai amal yang rasional. Suci lahir-batin adalah modal utama.

Terkisah, seorang syaikh yang termasyhur di seluruh penjuru negeri. Semua orang hormat-ta’dhim kepadanya. Isyaratnya menancap dalam hati, petuahnya ditaati, lenggahnya sangat didamba dan dinanti-nanti, dan.. salamnya adalah doa yang diijabahi.

Satu ketika, seorang muridnya, Salik, datang-sowan kepadanya. Tapi, di depan pintu dia tertegun mendengar di dalam rumah sang syaikh seperti ada ‘kerusuhan’. “Masuk-tidak-masuk-tidak-masuk!” Masuk, pas dihitungan jempol. Batinnya teguh untuk menghadap guru yang dirindukannya. Itung-itung berharap sowannya dapat menghentikan kerusuhan jika benar-benar terjadi.

“Assalamu’alaikum..” Serunya sambil membuka pintu. Dan.. benar saja, pas dia melongok bersamaan dengan sang guru dilempar gamparan oleh Bu Nyai.
Terperangah Salik menyaksikan pemandangan ‘menakjubkan’ itu. Batinnya ingkar setengah mati, “Aduhai, guruku yang disanjung orang senegeri, betapa terhinannya panjenengan di mata istri. Keganjilan apa yang kulihat ini?!”

“Diam, kau..!” Bentak sang syaikh yang sedari tadi mematikan rasa terhadap omelan sang istri. Kirain membentak Bu Nyai, ternyata jari gurunya menunjuk hidung Salik sendiri. “.. kalau bukan karena ketabahanku menghadapi hal ini, kau tidak bermimpi melihatku فى مقعد صدق عند مليك مقتدر.” Sergah gurunya.

Timingnya dirasa kurang tepat, Salik segera ngeloyor pergi. Hatinya gundah menyaksikan apa yang barusan terjadi terhadap guru yang diidolakan dan dikagumi. Tapi, husnudhon kepada gurunya segera ia dapat menenangkan hatinya kembali.
Sepanjang jalan dia berdialog seorang diri. Iya ya.. batinnya seingatku tak pernah mimpiku kuceriterakan pada siapapun. Syaikh tahu persis mimpiku. Ah, betapa unik Tuhan menjadikan sebab kemuliaan seseorang. Serupa dengan Sayyidina Abu Bakar yang, kata orang, istrinya suka ngomel. Padahal, kala itu, masih hangat sabda Nabi yang menyatakan bahwa seandainya diperkenankan sujud diantara sesama manusia, niscaya para istri diwajibkan sujud kepada suami.

Pendapat aku sih, solusi buat kasus kaya’ gitu, kiranya thalaq yang halal tapi dimurkai itu sudah cukup sebagai udzur syar’iy. ‘Emangnya tidak laku tah berisrti lagi?! Lagian, mestinya perempuan itu sadar bahwa kalau sudah beranak berarti tidak utuh lagi. Barang bekas tidak begitu diminati. Sedang kaum laki-laki, biar menikah berkali-kali tetap utuh.

Betapa besar kasih sayang guru terhadap Bu Nyai. Juga kaum laki-laki yang tabah atas kelakuan buruk istri. Tapi, mbok ya mikir sedikit seperi yang ku pikirkan tadi, kalau memang sabda Nabi hanya dianggap lelucon di masa kini, apa sih rahasia di balik sabda seorang Nabi, kalau bukan untuk menciptakan suatu tatanan keharmonisan yang suci?! Dengan begitu, bisa diraih karomah Ilahi.

Aku harus bisa menghilangkan pikiran jelekku, belajar mencontoh akhlak guruku. Aku cuma akan berpesan kepada kawan-kawanku agar berusaha nyembadani istri sebaik-baiknya. Sebab kalau tidak, atau bahkan terbalik, istri lebih berdaya dari pada suami, habis wilayah kehormatan suami dienjah-enjah. Kalau perlu, suami mau makan hanya disaut sambil tiduran, “Ambil sendiri, wong kari ngemplok ae koq..

Tidak! Aku mendambakan diriku tidak sebagai raja yang selalu minta dilayani. Ajang makanku kukorahi sendiri. Kopi cangkru’anku kubikin sendiri. Pakaianku kucuci sendiri. Tapi..

Aku juga mendamba istri yang berbakti pada suami. Yang ikhlas hati melayani, di kala tercukupi maupun saat belanja tak terpenuhi. Betapa indah kalau saling mengerti bahwa nafkah wajib berpahala tinggi, dan khidmah kepada suami merupakan jihad fi sabilillah seorang istri. Yang terjadi pasti saling berebut berbaik hati, bukan saling suruh dan menceramahi. Sadar menjaga jarak dalam batasan saling menghormati dan saling khidmah-melayani.

Tuan Guru, di hadapan Bu Nyai, panjenengan ibarat jari telunjuk ‘nempel di batang hidung. Mata kanan dan kiri melihat sisi yang kontradiksi. Terlalu dekatnya wilayah penilaian, membuat mata tak bisa jelas melihat apa yang dilihat orang senegeri. Hem..h.[]


Salam Persahabatan
ParaDIsE.group

Read More..

Hati Persemayaman El-Rachman

القلب عرش الرحمن
Oleh Shodiqiel Hafily
23 Januri 2004

Dalam pengelanaannya, Tuan Guru Abdul Wahid, tiba di satu desa. Di sana, beliau mendengar berita adanya seorang yang hebat, laur biasa! Telah 50 tahun bertapa di sebuah gua, tanpa pernah pulang dan tanpa perbekalan apapun. Tertarik, beliau mengunjunginya. Tiba di pintu goa, belau bersalam dan dijawab lirih dari dalam. Setelah saling berhadapan, Tuan Guru menanyakan keadaannya.

“Bagaimana, apakah Anda telah qana’ah denganNya?”
“Belum.” Jawabnya.
“Apakah Anda telah merasa terhibur olehNya?”
“Belum.”
“Apakah Anda telah ridlo terhadapnya?”
“Belum.”
"Bukankah hanya shalat dan puasa bekal Anda selama ini?”
“Ya, benar.”
“Saya sungkan harus memberitahu Anda, bahwa apa yang Anda tekuni sekian lama ternyata madkhulah, tampak baik dari luar tapi dari dalam gosong.”

Tuan Guru segera berpamit. Sepanjang jalan beliau memendam iba di dada. Kasihan, lima puluh tahun mencari al-haqq, menghabiskan waktu, tenaga, pikiran dan meninggalkan kesenangan, ternyata hanya berkubang dalam bentuk nafsu-kesenangan yang lain. Takbir, tahmid dan tasbihnya hanya melayang-layang di wilayah pikiran.

Ketika bertemu beliau, aku bertanya, “Mengapa hal itu bisa terjadi, masak sih, amalannya lima puluh tahun sebegitu rendah nilainya?!”
“Tidak ada amalan yang melebihi keutamaan amalan hati. Ibarat cinta sepasang kekasih, apalah artinya bila tidak SEHATI? Coba renungkan, qona’ah adalah maqam orang yang berkeyakinan tinggi, uns adalah maqam para pecinta dan ridlo merupakan maqam orang yang tawakkal total. Ketiganya, yakni yakin, cinta dan kepasrahan adalah amalan hati.”

Aku mengangguk lugu menyimak pemaparan beliau. “Lalu..,” tanyaku lagi, “apa yang harus saya lakukan agar saya yang baru mulai belajar menemukan al-haqq tidak mengalami hal yang serupa dengan pertapa itu? Agar penghambaannku kepada Tuhan benar-benar bisa ‘duduk’ di dalam hatiku. Kata orang, hati adalah ‘persemayaman’ Dia yang Maha Penyayang.”

Beliau hanya menyuruhku berwirid QS. An-Nur, 35. Aku menurut sambil sesekali mencoba memahami artinya. Tapi, hingga saat ini aku belum bisa. Yah, mudah-mudahan, satu saat nanti, Allah berkenan menjadikan hatiku sebagai arsy-Nya, agar apa yang kuterangkan kepada para jamaah di kampung, bahwa shalat adalah sarana mi’rajnya orang mu’min, tidak sekedar omongan hampa tanpa membuktikan kebenarannya. Sebab, kata Nabi, likull qawl mishdaq, pada setiap ucapan ada pembuktiannya. Mudah-mudahan. Mohon bimbingan dan pangestu, Tuan Guru. Amin.

Kebiasaan, tiap kali beramin, aku ndingkluk membaca shalawat berharap syafaat. Ketika aku mau salaman, beliau sudah tidak di depanku lagi. Entah kemana. Tapi, aku yakin seyakin-yakinnya, tuan Guru tahu permohonanku.[]


Salam Persahabatan
ParaDIsE.group

Read More..

YOU ARE IS WHAT YOU THINK



Artikel terkait dengan gambar baca di: http://shodiqielhafily.wordpress.com.

Jika Anda memiliki gambar-gambar hasil terbaik dari kreasi anda dan ingin berbagi, silakan kirim dan posting di sini.[]
ParaDIsE.group

Read More..
 
©2009 My ParaDIsE | by TNB